JICA

Latar Belakang

ITB sebagai sebuah institusi pendidikan yang terkemuka dalam bidang science, engineering -technology, dan art and design  bercita-cita menjadi World Class Research University. Prioritas bidang keilmuan dan penelitian adalah pada bidang-bidang yang mampu menjawab tantangan yang dihadapi. Diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara ITB dan industri, terutama dalam bidang applied research dan penguatan kemampuan ITB sebagai pusat inovasi. Bandung sebagai kota pendidikan juga akan berkembang menjadi pusat riset  iptek dan seni di Indonesia.
Pengembangan ITB (Tahap I dan II) yang didanai oleh Loan OECF/JBIC (1992-2002), telah dinilai berhasil dalam meningkatkan efisiensi pendidikan internal, meningkatkan kualitas program pasca sarjana dan riset. Pengembangan ITB ke depan sangat diperlukan, termasuk dalam peningkatan kapasitas riset dan kolaborasi internasional.

Tujuan dan Strategi

Peran  ITB sebagai :

  • the center of excellence : Perguruan tinggi berkualitas yang diakui oleh komunitas akademik di dunia.
  • the agent of change
    1. Membentuk masyarakat dengan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi yang tinggi.
    2. Memecahkan masalah nasional dengan akumulasi ilmu pengetahuan dan keahlian.

Rencana Pengembangan

Pengembangan Program :

  • Program Pendidikan
  • Program Riset/Penelitian
  • Program Pelayanan Masyarakat
  • Hubungan (Linkages) University-Industry-Community

Pengembangan Kapasitas:

  • Pengembangan Fasilitas Pendidikan
  • Pengembangan Laboratorium
  • Pengembangan Staf
  • Pengembangan Institusi

Tujuan:

Memiliki daya saing tinggi di forum internasional dan berperan aktif  sebagai pusat keunggulan di Indonesia

  1. Center for Advanced Sciences (CAS): Memperkuat daya saing internasional, dalam rangka memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang terdapat di Indonesia. à Nano technology
  2.  Center for Infrastructure and Built Environmental Engineering (CIBE) : Menjawab kebutuhan nasional dalam pengembangan infrastruktur yang meningkat pesat serta perlindungan lingkungan hidup. à Teknik sipil dan lingkungan
  3. Center for Art, Design and Language (CADL) – Seni, Desain dan Bahasa : Mendukung pengembangan sumber daya manusia bagi industri kreatif, yang merupakan prioritas yang strategis pemerintah.
  4. Center for IT for Industrial Engineering (CITIE) :  Memperkuat aplikasi berbasis riset di ITB , khususnya dalam bidang IT teknik industri. à Teknik Industri
  5. Center for Research and Community Services (CRCS) : Mengembangkan kerjasama kemitraan universitas-industri di Indonesia, untuk mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat.

 

 

1. Gedung CAS

Gedung Center for Advanced Studies (CAS) merupakan gedung yang akan dibangun di sebelah  timur  Perpustakaan  Pusat  ITB.  Di  dalam  gedung  ini  terdapat  beberapa laboratorium sains tingkat lanjut, yang akan menjadi sarana penelitian sains terdepan yang akan digunakan oleh peneliti dari berbagai program studi dari dalam maupun dari luar ITB. Gedung ini juga akan digunakan oleh Program Studi Matematika dan Program Studi Astronomi ITB. Gedung CAS ini memiliki ketinggian hingga 10 lantai. Rancangan mengaplikasikan unsur logika sains ke dalam bangunan. Penyusunan komposisi massa, bukaan,  serta  fasad  bangunan  menggunakan  prinsip  golden  section  serta  bilangan fibonacci.  Pada  fasad  bangunan,  kedua  unsur  matematis  ini  diterapkan  pada  sirip penangkal  sinar  matahari.  Ruang  dalam  bangunan  dirancang  memiliki  ruang-ruang komunal dan ruang hijau yang sekaligus berfungsi untuk penghawaan alami bangunan.

Gedung Center for Advanced Studies (CAS) yang akan berlokasi pada posisi 6°53’18″ LS, 107°36’41″ BT, di sebelah timur Perpustakaan Pusat ITB. Pool kendaraan yang kini terdapat di lokasi tersebut akan dibongkar sebelum konstruksi dimulai. Di dalam gedung ini terdapat beberapa laboratorium sains tingkat lanjut, yang akan menjadi sarana penelitian sains terdepan yang akan digunakan oleh peneliti dari berbagai program studi dari dalam maupun dari luar ITB. Gedung ini juga akan digunakan oleh Program Studi Matematika dan Program Studi Astronomi ITB. Gedung CAS ini dapat dirancang hingga memiliki ketinggian hingga 10 lantai dan luas lantai total 8.340 meter persegi.

2. Center for Research and Community Services (CRCS)

Gedung kedua adalah Gedung Center for Research and Community Services (CRCS). Gedung ini akan berlokasi di sekitar titik 6°53’16″ LS, 107°36’42″ BT, atau di timur laut kampus, dimana saat ini terletak kantor LAPI ITB dan Puslog ITB yang akan dibongkar sebelum konstruksi dimulai. Di dalam gedung ini akan terdapat beberapa ruang kantor dan ruang pertemuan dari berbagai organisasi yang terdapat di ITB yang berkaitan dengan riset dan pelayanan masyarakat. Gedung ini dirancang untuk memiliki luas lantai total 6.960 meter persegi.

Saat ini di antara kedua lokasi dari CRCS dan CAS terdapat akses jalan kendaraan. Jalan yang menghubungkan antara utara dan pusat kampus ini harus dipertahankan dan diakomodasi dalam desain. Tempat parkir pada level dasar lahan harus dimasukkan dalam lahan rancangan.

3. Center for Arts, Design and Language (CADL)

Gedung ketiga yang merupakan bagian dari paket 1 adalah Gedung Center for Arts, Design and Language (CADL) yang akan berlokasi di sekitar titik 6°53’18″ LS, 107°36’34″ BT, yaitu di sebelah barat Gedung PAU, dimana saat ini terdapat sebuah Gedung Serba Guna (GSG) sementara. GSG ini akan dibongkar sebelum pelaksanaan konstruksi.

Gedung CADL akan diisi dengan fasilitas-fasilitas baru untuk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dan untuk Pusat Bahasa ITB. Fasilitas untuk Pusat Bahasa ITB harus diletakkan di bagian utara gedung pada lantai bagian bawah dengan pintu masuk tersendiri yang menghadap ke sisi utara. Fasilitas pusat bahasa ini akan digunakan oleh mahasiswa dan dosen ITB serta pengunjung dari luar ITB. Pintu masuk ke fasilitas FSRD harus menghadap ke sisi selatan. Ruang lobi dari kedua institusi tersebut harus dirancang sehingga pengunjung dari sisi selatan tidak mengganggu pengunjung dari sisi utara, dan sebaliknya. Gedung baru ini dapat dirancang dengan ketinggian hingga 10 lantai dengan luas lantai total 8.000 meter persegi. Ketiga gedung diharapkan memiliki identitas masing-masing yang memiliki kaitan dengan keberadaan fasilitas-fasilitas yang terdapat di tiap gedung.

4. Center for Infrastructure and Built Environment (CIBE)

Gedung ini akan dibangun di sekitar titik 6°53’29″ LS, 107°36’31″ BT, yaitu di sebelah barat Gedung Program Studi Fisika dan Program Studi Teknik Sipil, dan sebelah utara dari Gedung Basic Science. Gedung CIBE ini akan diisi dengan fasilitas laboratorium dan kantor untuk Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB. Gedung ini akan memiliki 10 lantai dengan 1 lantai basement dan luas lantai total 11.000 meter persegi.

Akses sementara selama konstruksi akan dibuat melalui Jalan Tamansari ke sebelah barat lokasi gedung agar kegiatan konstruksi tidak mengganggu kegiatan kampus sehari-hari. Perlu diperhatikan bahwa permukaan dasar lahan ini terletak 3 meter lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan Jalan Tamansari. Beberapa fasilitas tertentu di dalam gedung CIBE membutuhkan akses langsung dari jalan. Untuk itu dapat dibuat akses langsung dari Jalan Tamansari menuju ke fasilitas tersebut. Akan tetapi akses langsung dari Jalan Tamansari ke gedung baru tersebut tidak boleh memotong jalan Lingkar Barat dalam kampus yang terbentang antara gedung ini dengan Jalan Tamansari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s